Jumat, 18 Maret 2016

Virtual_Reality_post_2

Valve VR dan HTC Vive

Valve Masuki Kompetisi Virtual Reality Dengan SteamVR

Seperti pemain besar di industri teknologi lain, Valve melihat potensi luas yang menanti untuk dibuka dalam virtual reality. Di Steam Dev Days 2014, mereka ungkap keyakinan bahwa VR akan jadi platform besar melampaui TV dan teater. Tapi saat itu, Valve baru memperlihatkan dukungan dari sisi software. Kita penasaran, apa jadinya jika mereka buat perangkat VR sendiri?
Setelah setahun tanpa berita baru terkait perangkat VR Valve, akhirnya secara resmi mereka membuat pengumuman, “Jagat Steam sedang diperluas.” Valve tampaknya bermaksud menyingkap dan meluncurkan beberapa proyek besar di acara Game Developers Conference 2015 minggu depan. Beberapa telah dinanti dan sudah bisa diprediksi, namun hal paling menarik adalah disebutkannya sistem hardware SteamVR.
SteamVR awalnya merupakan software, sebuah medium agar Oculus Rift dapat bekerja optimal dengan Steam serta ekosistem Steam Machines. Ia dihadirkan via update Steam Client Beta, memungkinkan para pemilik headset VR milik Facebook itu menjajalnya dengan mengikuti beberapa instruksi. Tapi rencana Valve sebenarnya tidak terhenti sampai pada dukungan perangkat lunak, karena menciptakan device VR ialah visi jangka panjang Valve.
Mengutip dari penjelasan sang pembuat Half-Life di Steam Developer Days 2014, hardware akan dihadirkan dua tahun sesudah mulai digarap. Yang menjadi tantangan terbesarnya adalah bagaimana menyiapkan isi Steam agar siap dinikmati dalam virtual reality. Valve juga tak malu memberi tahu bahwa mereka secara aktif sedang mencari para pencipta konten, mengajak talenta kreatif untuk ambil bagian dalam proyek tersebut.
Selain SteamVR, Valve turut menyebutkan agenda demonstrasi versi terbaru Steam Controller, serta beragam ‘perangkat khusus ruang keluarga’ baru. Anehnya Valve tidak menyinggung Steam Machines – PC bertema console dari produsen berbeda yang dipadu sistem operasi open-source SteamOS sebagai jantungnya. Perilisan Steam Machines terpaksa ditunda dari akhir 2014 ke awal 2015 sebab Valve merasa desain Steam Controller perlu dirombak kembali.
Pada tulisan kecil di bawah ‘The Steam Universe is expanding’, Valve menuturkan, “Ribuan game, jutaan gamer. Semua yang Anda cintai mengenai Steam, hadir tahun ini di keluarga baru perangkat hiburan bertenaga.” Sangat menarik bukan?
Jika Anda tertarik untuk mencoba Dev Kit SteamVR, silakan isi formulir di SteamPowered.com, diutamakan bagi para developer. GDC 2015 akan berlangsung tanggal 2 sampai 6 Maret 2015 di Moscone Center San Francisco. Sedangkan demo VR Valve dibuka mulai tanggal 4 Maret.

Valve Mulai Distribusikan HTC Vive Versi Developer


 

Dikerjakan bersama-sama oleh Valve Corporation dan HTC, perangkat head-mounted virtual reality Vive uniknya masih merupakan anggota keluarga RE – terdiri dari RE Camera dan RE Grip. Vive sangat menjanjikan karena bagian software serta hardware diramu oleh dua spesialis berbeda. Berita baiknya lagi, kita tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menjajal Vive.
Sebelum diungkap HTC di Mobile World Congress 2015 (menjelang ajang keynote Valve di Game Developers Conference 2015), beberapa buah model prototype telah Valve produksi dan demonstrasikan pada tahun 2014. Kedua perusahaan memang berencana melepas Vive di penghujung tahun ini, kurang lebih bulan November. Dan sesuai penjelasan mereka dulu, batch pertama versi developer baru saja didistribusikan.
Kabar tersebut muncul di laman Steam Community. Di sana Chet Faliszek dari Valve menginformasikan bagaimana Vive telah mulai dibagi-bagikan pada studio film Hollywood, developer kenamaan, hingga tim-tim developer game independen kecil minggu lalu. Proses shipping akan terus dilanjutkan hingga Musim Semi dan Panas, meski belum ada pengumuman mengenai seberapa banyak unit Vive yang telah disiapkan.


HTC Vive Developers Edition 02
Di dalam packaging Developer Edition, Anda akan menemukan satu unit perangkat virtual reality, dua buah base station Lighthouse, dua controller wireless SteamVR, kabel-kabel, lembar panduan, serta pernak-pernik pelengkap lain. Bundel ini sengaja diusung supaya mempermudah developer memproyeksikan sistem hardware milik konsumen saat versi retail tersedia nanti.
Valve dan HTC memang belum memublikasi spesifikasi kebutuhan perangkat keras buat mendukung Vive. Tapi berdasarkan laporan terdahulu, headset VR itu menyuguhkan refresh rate 90Hz, di mana konten di-render dalam 90 gambar per detik, serta mempunyai dua buah layar untuk masing-masing mata dengan resolusi 1200×1080-pixel. Device ditopang oleh lebih dari 70 sensor, termasuk MEMS gyroscope, accelerometer hingga sensor posisi laser.
Komponen paling menarik dari ekosistem SteamVR ialah Lighthouse. Valve tampaknya masih enggan menyingkap seluruh kemampuan serta rahasia Lighthouse. Pada dasarnya, ia adalah sistem laser-tracking 3D untuk mendeteksi posisi pengguna. Tugas unit base station adalah memproduksi laser dengan fungsi memindai ruangan, menjadikannya titik referensi, yang kemudian akan dibaca oleh sensor-sensor. Lighthouse beroperasi di ruang seluas 4,5×4,5 meter.
Sejauh ini cuma pemilik Vive Developers Edition saja yang dapat melakukan posting di forum SteamVR Hardware Group, tapi seisi komunitas turut diundang untuk membaca dan mengikuti kemajuan virtual reality sewaktu developer sibuk mengembangkan kontennya.

Source : https://dailysocial.id/post/valve-masuki-kompetisi-virtual-reality-dengan-steamvr/
Source :  https://dailysocial.id/post/valve-mulai-distribusikan-htc-vive-versi-developer/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar